Mengetahui Dua Nama Besar Bakal Calon Bupati Trenggalek, Serta Harapan Masyarakat

Mengetahui Dua Nama Besar Bakal Calon Bupati Trenggalek, Serta Harapan Masyarakat
Politik
Ilustrasi

TRENGGALEK - Politik menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Trenggalek 2020 menjadi perbincangan hangat di berbagai lini masyarakat. 

Sebab dalam perbincangan yang santer terdengar saat ini hanya ada dua paket pasangan bakal calon yang akan mengikuti kontestasi politik di Pilbup mendatang.

Namun demikian, hingga saat ini masih ada satu paket pasangan calon yang telah resmi mendapatkan tiket dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menuju Pilbup Trenggalek.

Yakni Moch. Nur Arifin (petahana) yang saat ini sedang menjabat sebagai Bupati Trenggalek juga turut meramaikan kontestasi politik pada Pilbup 2020 sebagai calon Bupati. 

Dalam rekomendasi satu paket calon dari PDI - Perjuangan, petahana Moch. Nur Arifin sebagai calon Bupati resmi berpasangan dengan Syah Muhammad Natanegara salah satu anggota DPRD Trenggalek dari Fraksi PKB sebagai Calon Wakil Bupati Trenggalek.

Sedangkan penantang yang santer terdengar dalam perbincangan saat ini adalah PKB yang bakal berkoalisi bersama Golkar. 

Dari informasi yang dihimpun, santer terdengar PKB - Golkar bakal memberangkatkan Alfan Rianto Muasir yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Malang dan Soeharto dengan posisi saat ini menduduki jabatan Asisten II Setda Kabupaten Pasuruan.

Alfan Rianto Muasir rencananya bakal di usung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon Bupati yang bakal didampingi Soeharto sebagai calon Wakil Bupati Trenggalek dari partai Partai Golongan Karya (Golkar).

Ketiga partai tersebut yakni PDI - Perjuangan, PKB dan Golkar dalam pemilihan legislatif pada periode yang lalu mendapatkan suara terbanyak.

Dalam pemilihan legislatif tahun kemarin perolehan suara tertinggi diraih oleh PKB dengan mendapatkan 11 kursi, disusul PDI - Perjuangan 9 Kursi dan Golkar 6 Kursi.

Dalam menghadapi kontestasi politik pemilihan Bupati Trenggalek yang bakal digelar hari Rabu 9 Desember mendatang. Ketiga partai telah mempersiapkan kematangan proses masing - masing.

Seperti yang disampaikan Doding Rahmadi selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan. Dirinya mengatakan bahwa PDI Perjuangan telah resmi memberikan rekomendasi kepada satu paket pasangan calon yakni Moch. Nur Arifin sebagai Calon Bupati dan Syah M sebagai calon Wakil Bupati. 

"DPC telah siap dan bakal melakukan sosialisasi Kepada pengurus PAC, Ranting dan masyarakat," ucap Doding.

Saat ini sudah dapat dipastikan bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Sedangkan DPC PDI Perjuangan tinggal menunggu rekomendasi calon dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tentunya dengan nama satu pasangan calon yang sama. 

"Kita optimis bahwa PKB juga bakal mengeluarkan rekomendasi satu paket yang sama, yakni Moch. Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara Natanegara," tuturnya.

Tarkiyat selaku Ketua DPC PPP Trenggalek juga mengungkapkan bahwa rekomendasi dari DPP PPP juga sudah turun. Rekomendasi tersebut resmi jatuh ke petahana. 

"Dengan turunnya rekomendasi ke petahana, PPP akan all out untuk memenangkan petahana," tuturnya. 

Sementara itu, Samsul Anam selaku Sekertaris DPC PKB Trenggalek menampik hal tersebut. Pasalnya memang banyak wacana yang muncul terkait adanya calon tunggal dalam Pilbup Trenggalek nanti.

"Namun kami yakin tidak bakal ada calon tunggal, karena DPC PKB telah mengusulkan ke DPP PKB untuk mengusung sendiri satu paket pasangan calon," tuturnya.

Satu paket calon tersebut yakni Alfan Rianto Muasir sebagai calon Bupati dan Soeharto sebagai calon Wakil Bupati. 

Dengan diusulkannya nama tersebut Samsul Anam yakin pada Pilbup ini tidak akan terjadi calon tunggal, PKB siap berangkat. Karena isyarat turunnya rekomendasi kepada satu pasangan calon tersebut sudah ada.

Sedangkan menurut Arik Sriwahyuni selaku Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Trenggalek mengatakan telah ada proses komunikasi dengan DPC PKB. 

"Kita sudah menjalin komunikasi untuk koalisi hingga tingkat DPP, untuk saat ini tinggal menunggu hasil keputusannya saja," jelasnya.

Arik juga menyampaikan, bahwa pihaknya juga telah sepakat jika dalam Pilbup nanti akan sulit terjadi calon tunggal dengan asumsi PKB dan Golkar masih punya peluang untuk mengusung calon.

Melihat pesta demokrasi tahun ini, Risma Febrian pelajar yang masih menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Malang menuturkan bakal melabuhkan pilihan pada calon pemimpin yang bisa mengusung program penciptaan lapangan kerja dan program memajukan Trenggalek.

"Kami bakal menunggu apa visi misi yang diusung para calon nantinya. Kalau saya bakal memilih calon pemimpin yang bisa menciptakan peluang lapangan pekerjaan," kata Risma.

Selain itu menurut Risma, jika melihat Trenggalek memiliki banyak potensi wisata, dirinya juga menunggu visi misi sejauh apa para calon dalam memajukan sektor pariwisata.

Juga dalam program menekan angka kemiskinan melalui potensi sumber daya alam yang melimpah tersedia dan tersebar di wilayah Trenggalek.

"Saya berpikir rasional saja, dengan memilih calon pemimpin yang mengusung program-program itu," pungkasnya.
 


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar