SUARA INDONESIA PAMEKASAN

10 Ekor Sapi di Sampang Mati Usai Divaksin

Redaksi - 14 July 2022 | 21:07 - Dibaca 1.42k kali
Peristiwa Daerah 10 Ekor Sapi di Sampang Mati Usai Divaksin
(Foto : Istimewa)

SAMPANG - Wabah panyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap sapi, semakin hari semakin tidak bisa teratasi di kota Sampang. Vaksinasi pertama yang di lakukan pemerintah kota Sampang masih belum bisa mengatasi wabah tersebut.

Sebanyak 10 ekor sapi milik peternak di Sampang, Madura, dilporkan mati, usai disuntik vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini, sebagaimana di sampaikan oleh Plt Kabid Peternakan Dispertan KP Sampang, Arif Firman Hakim.

Menurutnya, dari 10 ekor sapi tersebut, tiga ekor di Kecamatan Kedungdung, empat di Gunung Maddah, dan tiga di Kara.

"Hasil laporan terakhir dari tim kesehatan di bawah, ada sepuluh ekor sapi milik peternak mati setelah disuntik vaksinasi pencegah PMK," ungkapnya, (13/7/2022).

Dikatakan dirinya, vaksin PMK hanya mencegah penularan PMK diluar tubuh hewan berkuku belah.

Maka dari itu, tidak semua sapi yang telah mendapatkan suntik vaksin PMK itu sehat.

Sedangkan untuk mengetahui sapi terpapar PMK harus dilakukan tes darah.

"Vaksinasi itu hanya untuk kekebalan tubuh sapi, sedangkan PMK menyerang didalam tubuh sapi," ucapnya.

Apalagi, tim kesehatan saat melakukan vaksinisasi PMK pada sapi milik peternak, belum mengetahui pasti, apa sapi dalam kondisi normal apa tidak, hanya saja petugas kesehatan mengecek secara fisik.

"Masa inkubasi PMK tersebut penularannya 14 hari, bisa jadi dari 1-3 hari paparan masuk ke tubuh sapi setelah dilakukan vaksinasi," ucapnya.

Kendati demikian, tambah Arif Firman Hakin Dispertan KP Sampang tetap optimis untuk mencegah penyebaran PMK.

Bahkan, pendistribusian vaksinasi ada tiga tahap, yang pertama sudah selesai, tinggal tahap kedua dan ketiga.

"Meski ada sapi yang mati setelah dilakukan vaksinasi, Disperta-KP akan mendistribusikan vaksin tahap dua dan tiga," imbuhnya. (Rosy)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Redaksi
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya